
PASKIBRA LOYOLA
Pasukan Pengibar Bendera. Pasukan kebanggaan SMA Kolese Loyola yang mengawal dan mengantarkan Sang Merah Putih untuk berkibar di singgasananya setiap upacara berlangsung.
VISI & MISI

Visi :
Menjadikan KKL sebagai insan pembaharu dunia yang memiliki rasa cinta tanah air dan kekeluargaan yang erat.Misi :
1. Menanamkan jiwa korsa kepada KKL di dalam setiap dinamika PASKIBRA.
2. Membangun rasa kekeluargaan yang utuh antar angkatan anggota PASKIBRA.
3. Mempertajam rasa nasionalisme dan patriotisme di dalam dan di luar kegiatan PASKIBRA.
HISTORIS

Paskibra Loyola dibentuk oleh seorang Guru SMA Kolese Loyola, 40 tahun organisasi ini terbentuk dan terus berkembang. Jika menelisik balik ke masa lampau, Paskibra selalu diisi oleh orang-orang berpengaruh di Loyola.Bahkan biasanya anak-anak Paskibra banyak yang menjadi pemegang jabatan di Loyola termasuk DKKL dan Orator (walaupun saat ini peran orator digantikan dengan Amigos).Di lain sisi, dengan mengikuti Paskibra. Kita diharapkan untuk tetap menjadi agen perubahan karena inti dari Paskibra bukan hanya sekedar untuk baris-berbaris.
ARTI & MAKNA LAMBANG

- "Lambang Garuda Pancasila :"
= Memiliki makna bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila dalam Pancasila, harus menjadi pedoman dan diterapkan oleh setiap anggota paskibra dalam kegiatan paskibra, rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat yang lebih luas.- "Warna Merah dan Putih :"
= Merah dan putih sebagai warna bendera nasional Indonesia. Makna dari warna merah yaitu diharapkan setiap anggota paskibra selalu memiliki keberanian untuk menghadapi segala tantangan dan berjuang tanpa henti dan tak kenal lelah untuk menggapai impian dan cita-cita mereka.= Warna putih memiliki arti yaitu kesucian. Diharapkan setiap anggota paskibra selalu bersyukur dan berdoa kepada Tuhan dalam setiap kegiatan yang mereka lakukan. Melatih berdiskresi untuk menemukan jati diri mereka.- "Empat Pasukan :"
= Menandakan anggota paskibra yang selalu siap untuk bekerja keras dan berusaha di setiap tugas mereka. Sejatinya calon-calon angelus, orator, dan DKKL bermuara dari paskibra, sehingga diharapkan anggota paskibra juga dapat menjadi role model untuk dapat membimbing dan mengarahkan para KKL demi melahirkan komunitas humanis Ignasian.- "IHS (Iesu Hominum Salvator)"
= "Semboyan Yesuit ("Yesus Penyelamat Manusia")"
= Tuhan selalu menyertai dan menolong setiap anggota paskibra dalam latihan bersama dan saat bertugas di upacara. Memberi kesadaran bahwa apabila setiap anggota paskibra merasa lelah dalam latihan dan berat untuk melangkah, tetapi semua itu kami lakukan demi kemuliaan Tuhan, demi Indonesia, dan demi kebesaran kolese kita Loyola.-"Pantang Bubar, Sebelum Berkibar :"
= Sebuah semboyan yang memberikan makna bahwa walau terik matahari di siang hari, tak akan halangi kami untuk berdiri di tanah Loyola ini. Loyola mengingatkan kami untuk terus berjuang agar dapat mengibarkan bendera merah putih di singgasananya.
KEGIATAN

Kegiatan paskibra selama tahun ajaran 2022/2023 yaitu banyak berlatih bagaimana cara dan sikap yang benar saat melakukan baris berbaris, mulai dari sikap siap, istirahat di tempat, lencang depan/kanan, jalan di tempat, pengibaran bendera, gerak jalan, dsb.Latihan baris berbaris ini biasanya kami lakukan setelah pulang sekolah di lapangan sepak bola. Selain itu juga diajarkan bagaimana cara untuk berorasi yang benar. Orasi yang dapat menarik simpati dan fokus perhatian orang sehingga tertarik untuk dapat mendengarkan orasi yang kita sampaikan.
MANFAAT

Selama berkegiatan di paskibra, kami menjadi belajar hal-hal baru tentang baris-berbaris yang baik dan benar. Membuat kompetensi kami dalam melakukan baris berbaris menjadi lebih berkembang dan terlatih.Kami juga belajar compassion, untuk dapat peka dan peduli terhadap sesama yang merasa kesusahan dan membutuhkan. Contohnya kakak pembimbing yang rela membuat es teh untuk kami yang lelah setelah latihan di siang hari yang panas.Kakak pembimbing yang rela mengusap keringat kami menggunakan tisu saat kami sedang latihan baris-berbaris.
GALERI
"Cita-cita PASKIBRA angkatan XXIV tahun 2007 adalah menjadikan pionir-pionir pembaharu dunia yang memiliki loyalitas tinggi kepada apa yang telah dipilihnya."


















